Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Lengkap dengan Niat dan Penjelasannya

Ismail
Ilustrasi, puasa Tarwiyah dan Arafah. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsMedan.id — Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini diyakini memiliki keutamaan besar, terutama bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Dikutip dari laman MUI.or.id, puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah. Kedua hari tersebut termasuk waktu mulia yang sangat dianjurkan untuk diisi dengan amal saleh.

Keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Selain itu, terdapat pula riwayat mengenai keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah secara bersamaan. Namun, hadis tersebut dinilai dhaif atau lemah oleh sejumlah ulama karena jalur periwayatannya dianggap kurang kuat.

Meski demikian, anjuran puasa Tarwiyah tetap mendapat dasar dari hadis sahih tentang keutamaan memperbanyak amal saleh pada awal Dzulhijjah. Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Karena itu, puasa Tarwiyah dipandang sebagai bagian dari amal saleh yang dianjurkan pada hari-hari tersebut.

Editor : Ismail

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network