MEDAN , iNewsMedan.id- Tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu mencari dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan pascaledakan yang diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah di kawasan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7).
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan sekitar pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumut. Tak lama berselang, sebanyak 15 personel rescue bersama peralatan Urban Search and Rescue (USAR) langsung diterjunkan ke lokasi.
Setelah berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, dan unsur SAR gabungan lainnya, tim membagi area operasi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban, disertai penyisiran sektor dan pembukaan akses menggunakan peralatan ekstrikasi.
Dari tujuh orang yang berada di lokasi saat insiden, empat orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, satu korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa (21/7) sekitar pukul 02.20 WIB dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Hingga kini, dua korban lainnya masih diduga berada di bawah timbunan material bangunan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pencarian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi reruntuhan yang masih berisiko.
"Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan. Alhamdulillah pagi ini pukul 02.20 WIB satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara," ujarnya, Selasa pagi.
Editor : Ismail
