DELI SERDANG, iNewsMedan.id - Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, melakukan aksi membuang makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tengah jalan di depan sekolah mereka pada Kamis (30/4/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh kekesalan para siswa karena makanan yang mereka terima dianggap tidak layak konsumsi atau diduga telah basi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, T. Agung Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan bahwa makanan tersebut memang terindikasi kurang layak konsumsi, dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya telah berupaya mengambil langkah antisipasi.
"Pihak SPPG sudah meminta agar makanan tersebut dikembalikan untuk diganti dengan yang baru, namun pihak sekolah menolak. Kemudian, para siswa justru melakukan tindakan (membuang makanan) seperti itu," ujar Agung saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/5/2026).
Agung menilai tindakan para siswa membuang makanan ke jalan sebagai perbuatan yang tidak etis. Menurutnya, permasalahan tersebut seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
"Jika siswa-siswi merasa kecewa dengan makanannya, seharusnya tidak bertindak demikian. Apalagi pihak SPPG berniat menarik kembali makanan tersebut, namun mereka tidak mengindahkannya," tambah Agung.
Saat ini, sampel makanan yang dianggap tidak layak tersebut telah diambil oleh Dinas Kesehatan Deli Serdang untuk diperiksa di laboratorium.
"Hasil pengecekan belum keluar. Sejauh ini, dari sekolah-sekolah lain juga belum ada laporan mengenai kasus keracunan akibat makanan tersebut," jelas Agung.
Terkait insiden ini, Badan Gizi Nasional Sumatera Utara belum dapat memberikan sanksi kepada SPPG yang menyuplai makanan ke SMP Negeri 1 Pantai Labu. Agung menegaskan bahwa pihaknya harus menunggu hasil resmi dari Dinas Kesehatan.
"Kami tidak bisa serta-merta menutup SPPG karena belum ada hasil pengecekan sampel makanan dari Dinas Kesehatan Deli Serdang," tuturnya.
Ia juga berpendapat bahwa pihak penyuplai tidak sepenuhnya bersalah dalam insiden pembuangan tersebut. "Siswa-siswi itu yang membuang makanan, masa iya SPPG yang disalahkan?" ucap Agung.
Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang, Veronica Margaret, menyatakan pihaknya mengalami kendala dalam pemeriksaan karena sebagian besar makanan sudah terlanjur dibuang.
"Bagaimana kami mau mengecek sampel makanannya kalau semuanya sudah terbuang?" kata Veronica.
Veronica menjelaskan bahwa makanan yang dibuang tersebut sebenarnya merupakan jatah untuk hari Jumat. Karena hari Jumat bertepatan dengan libur nasional, pihak SPPG membagikannya lebih awal pada hari Kamis.
"Sebab sudah dimasak sejak pagi (untuk kompensasi hari libur), kemungkinan besar saat dibagikan memang sudah basi," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
