MEDAN, iNewsMedan.id - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD Gemas) Sumatera Utara, Lusi Simatupang, mengimbau masyarakat untuk aktif mengawasi kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia menekankan agar pengawasan tersebut didasari niat tulus untuk memperbaiki pelayanan, bukan untuk menghakimi atau menjatuhkan program tersebut.
Jika ditemukan makanan yang tidak layak, warga diminta mendokumentasikannya melalui foto atau video dan melapor ke hotline 127 atau WhatsApp +62-811-1000-8008 sebagai bahan evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN).
Tantangan Operasional dan Kendala Lapangan
Lusi menjelaskan bahwa program MBG melibatkan jutaan pekerja dan pengecer. Sebagai mitra pemerintah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan evaluasi berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa dari 1.063 SPPG di Sumatera Utara, hanya sebagian kecil yang mengalami kendala menu, dan pihak yang bermasalah langsung ditindak tegas.
Membangun satu unit SPPG membutuhkan modal besar, yakni berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Meski investor menerima insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari, dana tersebut terikat oleh aturan ketat dan mekanisme yang kompleks.
Beberapa kendala yang dihadapi pengelola di lapangan antara lain:
- Ketidakpastian Harga: Menjelang hari raya, harga bahan pokok melonjak tajam.
- Praktik Mafia Produk: Adanya kelangkaan barang (seperti susu) di tingkat distributor resmi, namun tersedia di tempat lain dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
- Geografis: Di wilayah terpencil seperti Nias, selisih harga barang sangat tinggi sehingga berdampak langsung pada jenis makanan yang disajikan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
