Wakil Presiden Pemasaran dan Komunikasi MHTC, Lokman Izam Abd Aziz, menjelaskan bahwa hubungan Malaysia dengan masyarakat Sumatera Utara dibangun atas dasar kepercayaan dan pengalaman positif yang konsisten.
"Medan memainkan peran yang sangat penting sebagai pintu masuk utama wisata kesehatan di kawasan ini. Pasien dari Aceh, Padang, dan Pekanbaru sering memilih transit melalui Medan menuju Malaysia untuk mendapatkan perawatan yang efisien," ungkapnya pada Jumat (24/4/2026).
Kedekatan geografis turut memperkuat hubungan ini. Dengan jarak sekitar 160 kilometer melintasi Selat Malaka, Penang dapat ditempuh dari Medan hanya dalam waktu 40 hingga 45 menit penerbangan. Saat ini, tersedia sekitar 56 jadwal penerbangan setiap minggu yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, Henny Safitri Lubis, menyampaikan bahwa momentum MHX Medan 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara di bidang kesehatan, khususnya dalam pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, menekankan bahwa faktor emosional dan kepercayaan adalah kunci utama. "Pasien datang bukan hanya mencari pengobatan, tetapi juga harapan dan ketenangan. Rumah sakit di Malaysia diharapkan memahami kebutuhan emosional pasien tersebut," ujarnya.
MHX Medan 2026 diharapkan mampu menjadi jawaban bagi keluarga yang membutuhkan kepastian medis serta memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi berobat yang dekat, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
