Dalam kegiatan itu, ditekankan bahwa target akademisi tidak boleh berhenti pada publikasi nasional seperti SINTA, melainkan harus mampu memahami standar dan kebutuhan komunitas ilmiah internasional.
Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga disebut sebagai kunci utama untuk menembus jurnal bereputasi global. Selain itu, motivasi dalam dunia akademik diingatkan tidak semata soal materi, melainkan kualitas dan kontribusi keilmuan.
Sebagai bentuk dukungan, pihak kampus bersama yayasan menyiapkan skema insentif bagi dosen serta membuka peluang kolaborasi riset dengan BRIN, termasuk akses pendanaan yang lebih luas.
Ke depan, universitas ini menargetkan diri menjadi pusat riset unggulan, khususnya di bidang pangan. Potensi besar Sumatera Utara dinilai perlu didukung riset yang relevan agar mampu mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi dosen dan peneliti muda untuk memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak nyata.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
