MEDAN, iNewsMedan.id — Upaya mendorong kualitas riset akademik agar mampu menembus publikasi global terus digencarkan. Salah satunya melalui pelatihan bertajuk Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Skala Menengah dan Tinggi yang digelar di Universitas Satya Terra Bhinneka, Sabtu (4/4).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan DPR, sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas riset dan inovasi di kalangan akademisi.
Pelatihan menghadirkan peneliti BRIN, Muhammad Adly Rahandi Lubis, sebagai narasumber utama. Dia menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang kuat, termasuk melalui pembentukan kelompok riset dan kolaborasi lintas peneliti.
“Tidak mungkin kita bekerja sendiri. Mahasiswa juga harus dilibatkan dalam proses riset,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalamannya meningkatkan publikasi terindeks Scopus secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sebagai bukti bahwa konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci produktivitas ilmiah.
Selain itu, peserta diingatkan agar waspada terhadap jurnal predator yang kerap menawarkan publikasi instan dengan biaya tinggi dan indikator tidak valid. Peneliti disarankan memanfaatkan basis data kredibel seperti Scopus dan Web of Science (WoS), meski diakui persaingannya masih ketat.
Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Bobby C Halim, turut hadir bersama para dosen dari berbagai kampus di Medan.
Dalam kegiatan itu, ditekankan bahwa target akademisi tidak boleh berhenti pada publikasi nasional seperti SINTA, melainkan harus mampu memahami standar dan kebutuhan komunitas ilmiah internasional.
Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga disebut sebagai kunci utama untuk menembus jurnal bereputasi global. Selain itu, motivasi dalam dunia akademik diingatkan tidak semata soal materi, melainkan kualitas dan kontribusi keilmuan.
Sebagai bentuk dukungan, pihak kampus bersama yayasan menyiapkan skema insentif bagi dosen serta membuka peluang kolaborasi riset dengan BRIN, termasuk akses pendanaan yang lebih luas.
Ke depan, universitas ini menargetkan diri menjadi pusat riset unggulan, khususnya di bidang pangan. Potensi besar Sumatera Utara dinilai perlu didukung riset yang relevan agar mampu mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi dosen dan peneliti muda untuk memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak nyata.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
