Untuk mendukung penggunaan teknologi tersebut, sejumlah dokter telah mengikuti pelatihan di beberapa negara, seperti China, Singapura, Thailand dan Taiwan sebelum alat mulai digunakan di Medan.
Direktur Murni Teguh Memorial Hospital, dr. Tuan Juniar Situmorang, menegaskan bahwa teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter dalam proses pembedahan.
“Seluruh keputusan dan tindakan operasi tetap berada di tangan dokter spesialis. Sistem ini hanya membantu meningkatkan presisi dan stabilitas selama tindakan pembedahan,” ujarnya.
Bedah robotik merupakan pengembangan dari teknik laparoskopi yang telah digunakan di berbagai pusat layanan kesehatan dunia selama beberapa dekade. Melalui konsol kendali, dokter dapat mengoperasikan instrumen bedah dengan gerakan yang lebih stabil serta didukung visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi.
Direktur Riset dan Teknologi PT Murni Sadar Tbk, Dr. Sharon Hanmy Angel, M.Res, MPM, MARS, mengatakan sistem robotik berfungsi sebagai alat bantu bagi dokter dalam meningkatkan ketelitian tindakan operasi.
“Robot tidak menggantikan dokter. Peran dokter tetap sebagai pengambil keputusan dan operator dalam tindakan operasi,” katanya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
