Tarif Listrik dan Emas Penyumbang Inflasi Sumut Naik 4,71 Persen

Isnaini Kharisma
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sedangkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,42 persen (YoY) namun menyumbang sebesar 1,26 persen terhadap besaran inflasi tahunan Sumut pada Februari 2026. 

Asim menjelaskan, tarif listrik pun  menjadi penyumbang inflasi Sumut pada Februari 2026 dengan andil 1,76 persen, menduduki urutan pertama dari emas perhiasan yang berandil 0,98 persen, daging ayam ras (0,43 persen), beras (0,29 persen), dan ikan dencis (0,24 persen).

"Sumut memang masih terpengaruh low based effect dari tarif listrik yang tahun lalu ada diskon sehingga saat ini tarif listrik masih menyumbang inflasi 1,76 persen secara YoY," jelas Asim. 

Lebih lanjut, untuk komoditas penyumbang deflasi Sumut pada Februari 2026 yakni cabai merah yang berandil -0,35 persen, cabai rawit (-0,19 persen), kentang (-0,15 persen), bawang putih (-0,11 persen), dan wortel (-0,09 persen). 

Secara bulanan, Sumut mengalami inflasi sebesar 0,22 persen (month-to-month/MtM) pada Februari. Sedangkan secara kumulatif dari Desember 2025 sampai Februari 2026, Sumut deflasi 0,53 persen (year-to-date/YtD).

Editor : Jafar Sembiring

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network