Desakan kepastian hukum ini juga diperkuat oleh hasil kajian ilmiah dari Center for Analysis and Applying Geospatial Information (Cenago) Institut Teknologi Bandung (ITB). Riset tersebut mengungkapkan bahwa banjir besar di Sumatera Utara pada November 2025 dipicu oleh fenomena alam ekstrem, yakni Siklon Tropis Senyar, bukan akibat aktivitas tambang.
Koordinator Tim Riset Cenago ITB, Heri Andreas, memaparkan fakta-fakta kuantitatif sebagai berikut:
- Faktor Cuaca Ekstrem: Curah hujan mencapai 150-300 mm/hari, sebuah siklus langka yang diprediksi hanya terjadi sekali dalam 700 hingga 1.000 tahun.
- Kontribusi Lahan: Alih fungsi lahan oleh PT AR terhadap luas Daerah Aliran Sungai (DAS) hanya sebesar 1,6 persen.
- Analisis Hidrologi: PT AR tercatat hanya berkontribusi 0,32 persen terhadap banjir.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
