Sementara Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan:
"Disunnahkan untuk berziarah kubur. Barang siapa yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya."
Ini menunjukkan bahwa ziarah kubur bukan sekadar budaya, tapi punya landasan dalam khazanah keilmuan Islam.
Jadi, Intinya Gimana?
Ziarah kubur jelang Ramadan? Boleh.
Saat Idulfitri? Boleh juga.
Yang penting bukan soal waktunya, tapi niat dan adabnya.
Datang dengan hati yang tenang.
Mendoakan dengan tulus.
Mengingat bahwa hidup ini sementara.
Karena Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus. Tapi juga tentang membersihkan hati — dan ziarah kubur bisa jadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan lebih sadar dan lebih siap.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
