Sementara pembuatan sumur bor yang masih dilakukan hingga saat ini menurut Armansyah belum mampu memenuhi kebutuhan warganya yang berjumlah sekitar 1.500 jiwa.
"Pasokan air bersih dari PDAM sebenarnya telah ada, namun tidak setiap saat mengalir, semoga pembuatan sumur bor yang sedang dilakukan di desa kami bisa membantu mengatasi persoalan ini" kata Armansyah.
Hal serupa juga disampaikan Datuk Penghulu Desa Bandar Baru, Yanda yang ditemui tim kesehatan PT Rapala beberapa hari sebelumnya.
Yanda mengungkapkan pasokan air bersih dari mobil tangki air yang disediakan pemda telah disalurkan, namun tidak setiap hari bisa datang untuk memenuhi kebutuhan warganya yang berjumlah sebanyak 370 kepala keluarga.
"Jangankan untuk mandi dan mencuci, untuk beribadah saja kami kesulitan setiap harinya", ungkapnya menjelaskan.
Menurut salah seorang tim kesehatan PT Rapala, dr. Safrida mengatakan, kurangnya ketersediaan air bersih membuat warga terpaksa tidak menggunakan air bersih untuk mandi dan mencuci.
Bantuan air yang terbatas dimanfaatkan hanya untuk minum dan memasak, namun ketika pasokan air habis warga cenderung tidak memasak dan hanya mengandalkan dapur umum.
"Bisa kita simpulkan persoalan air yang terbatas dan tidak higienis menjadi faktor penyebab warga terjangkiti penyakit", kata Safrida menjelaskan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
