Mulyadi Cari Keadilan: Saldo Rp2,3 Miliar Raib Misterius, 10 Bulan Tanpa Kepastian
Setelah melakukan transfer itu, Mulyadi mengaku terkejut uang di dalam rekening miliknya diduga raib. "Kan saya enggak ragu, namanya atas nama saya sendiri, nama Mulyadi, dikirimkan ke rekening sendiri, Mulyadi, kan enggak ragu. Jadi, begitu selesai, saya cek, Rp2.349.000.000 sudah enggak ada lagi," tuturnya.
Dalam transaksi atau transfer tersebut, Mulyadi menegaskan tidak ada memberikan OTP maupun PIN rekening miliknya kepada siapa pun. Oleh karena itu, ia heran saldo miliknya tiba-tiba raib begitu saja.
"Bank mana pun menyatakan bahwasanya jagalah privasi Anda atau jagalah rahasia bank Anda. Yang meminta OTP atau PIN itu jangan dikasih, walaupun pihak bank sendiri. Ah, itu makanya saya di situ saya jamin saya enggak ada ngasih PIN, enggak ada ngasih OTP. Makanya uang saya ke mana larinya?" jelas Mulyadi.
Mulyadi melaporkan kejadian tersebut kepada bank terkait di Kantor Cabang Binjai, Kantor Cabang Tomang Elok, hingga kantor di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, termasuk membuat laporan ke Polda Sumut. Namun, tidak ada kejelasan hingga berlarut-larut selama 10 bulan ini.
"Jadi, saya rasa sepertinya kok enggak ada kepastian, kan begitu. Yang saya pegang saya ini, makanya saya tuntut," kata Mulyadi.
Dalam kasus ini, Mulyadi hanya berharap keadilan agar pihak bank segera melakukan upaya pengembalian uangnya. Ia juga mengaku dalam laporan ke Polda Sumut sudah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.
"Kalau bisa saya minta kembalilah uang saya, kan, karena uangnya cukup besar. Di sini tolong berikan keadilan kepada saya atas saldo rekening saya itu," sebut Mulyadi.
Editor: Jafar Sembiring