Mengenal Sosok Irjen Ahrie Sonta Nasution, Jenderal Bintang Dua Termuda Akpol 2002 Jadi Tersangka
Pada 2020, Ahrie dipercaya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Setahun kemudian, ia mendapat tugas sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Nama Ahrie semakin dikenal publik setelah mendampingi Listyo Sigit dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri di DPR RI pada 20 Januari 2021. Setelah Listyo resmi menjabat Kapolri, Ahrie dipercaya menjadi sekretaris pribadinya pada Februari 2021. Ia juga mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) pada tahun yang sama.
Karier Ahrie berlanjut ke lingkungan Istana Kepresidenan. Pada 23 Oktober 2024, ia diumumkan sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri.
Setelah menjalani tugas sebagai ajudan presiden, Ahrie kembali bertugas di lingkungan internal kepolisian. Ia kemudian mendapat promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi pada 6 Oktober 2025. Kariernya terus meningkat setelah memperoleh pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) pada 25 September 2026.
Pada Oktober 2026, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Ahrie sebagai Kepala Divisi Hukum Polri. Ia resmi menduduki jabatan tersebut pada 3 Oktober 2026.
Selain memiliki pengalaman di berbagai jabatan strategis, Ahrie juga dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum dan ilmu kepolisian. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2002 dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK).
Editor: Jafar Sembiring