Mengenal Sosok Irjen Ahrie Sonta Nasution, Jenderal Bintang Dua Termuda Akpol 2002 Jadi Tersangka
JAKARTA, iNewsMedan.id - Perjalanan karier mentereng di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dicatatkan oleh Irjen Pol. Dr. Ahrie Sonta Nasution. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 ini pernah menjabat Sekretaris Pribadi (Sespri) mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga ajudan Presiden Prabowo Subianto.
Kini, Irjen Ahrie dipercaya menduduki jabatan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari mutasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri pada Oktober 2026.
Ahrie dikenal memiliki pengalaman di bidang operasional, reserse, pemberantasan narkotika, hingga pengawasan internal kepolisian. Selain pengalaman kedinasan, ia juga memiliki latar belakang pendidikan akademis di bidang hukum dan ilmu kepolisian hingga jenjang doktoral.
Perjalanan kariernya menarik perhatian publik lantaran berhasil mencapai pangkat jenderal bintang dua pada usia yang relatif muda.
Ahrie Sonta Nasution merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981. Ia merupakan lulusan Akpol angkatan 2002 yang kemudian mengembangkan karier melalui berbagai penugasan di tingkat kewilayahan hingga Markas Besar (Mabes) Polri.
Biodata Singkat:
- Nama lengkap: Irjen Pol. Dr. Ahrie Sonta Nasution
- Tempat, tanggal lahir: Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981
- Angkatan Akpol: 2002
- Pangkat: Inspektur Jenderal Polisi (Bintang Dua)
- Jabatan: Kepala Divisi Hukum Polri
Pada 2020, Ahrie dipercaya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Setahun kemudian, ia mendapat tugas sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Nama Ahrie semakin dikenal publik setelah mendampingi Listyo Sigit dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri di DPR RI pada 20 Januari 2021. Setelah Listyo resmi menjabat Kapolri, Ahrie dipercaya menjadi sekretaris pribadinya pada Februari 2021. Ia juga mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) pada tahun yang sama.
Karier Ahrie berlanjut ke lingkungan Istana Kepresidenan. Pada 23 Oktober 2024, ia diumumkan sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri.
Setelah menjalani tugas sebagai ajudan presiden, Ahrie kembali bertugas di lingkungan internal kepolisian. Ia kemudian mendapat promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi pada 6 Oktober 2025. Kariernya terus meningkat setelah memperoleh pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) pada 25 September 2026.
Pada Oktober 2026, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Ahrie sebagai Kepala Divisi Hukum Polri. Ia resmi menduduki jabatan tersebut pada 3 Oktober 2026.
Selain memiliki pengalaman di berbagai jabatan strategis, Ahrie juga dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum dan ilmu kepolisian. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2002 dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK).
Ahrie menempuh pendidikan Magister Hukum (M.H.) di Universitas Diponegoro serta Magister Ilmu Kepolisian (M.Si.).
Ia turut meraih gelar Master of Policing, Intelligence and Counter-Terrorism (M.PICT.) dari Macquarie University, Australia. Pendidikan akademisnya berlanjut hingga jenjang doktoral. Ahrie meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2018 dengan fokus penelitian reformasi kultur kepolisian.
Perjalanan karier Ahrie ditandai dengan pencapaian pangkat yang relatif cepat. Ia menjadi perwira tinggi pertama dari Akpol angkatan 2002 yang meraih pangkat Brigadir Jenderal Polisi dan kemudian Inspektur Jenderal Polisi.
Pencapaian tersebut membuatnya menjadi salah satu perwira muda yang menonjol di lingkungan Polri. Kini, dengan pangkat jenderal bintang dua dan jabatan Kepala Divisi Hukum Polri, Ahrie mengemban tugas strategis dalam bidang hukum di institusi kepolisian.
Editor: Jafar Sembiring