Dua Tahun Prabowo-Gibran, AMSUB Desak Pemerintah Evaluasi Enam Persoalan
MEDAN, iNewsMedan.id– Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) menyuarakan enam tuntutan rakyat dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tuntutan tersebut mencakup penanganan bencana, transparansi persyaratan pendidikan wakil presiden, penegakan mekanisme konstitusional, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi anggaran negara, hingga efisiensi belanja pemerintah.
Enam tuntutan itu mengemuka dalam diskusi publik dan deklarasi AMSUB di Aula Nusantara, Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus menandai pengaktifan kembali AMSUB sebagai wadah konsolidasi berbagai elemen gerakan mahasiswa di Sumatera Utara.
Koordinator AMSUB, Akhmad Bukhori Pane, menegaskan aliansi tersebut dibentuk bukan sekadar untuk menambah organisasi mahasiswa, melainkan menyatukan gerakan agar lebih terarah dalam mengawal persoalan masyarakat.
“Aliansi ini diaktivasi ulang bukan untuk menambah catatan organisasi mahasiswa, tetapi untuk mewadahi seluruh gerakan-gerakan mahasiswa. Kami ingin AMSUB menjadi ruang bersama yang mampu menghubungkan berbagai gerakan mahasiswa di Sumatera Utara, sehingga aspirasi dan perjuangan yang selama ini berjalan dapat saling menguatkan,” ujar Bukhori.
Menurutnya, gerakan mahasiswa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Konsolidasi diperlukan agar kritik terhadap kebijakan pemerintah disertai argumentasi yang kuat dan langkah nyata.
Bukhori menjelaskan, gagasan mengaktifkan kembali AMSUB berangkat dari pengalaman gerakan mahasiswa dalam peristiwa Agustus 2025. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk membangun gerakan yang lebih solid dan berkelanjutan.
“Alumni peristiwa Agustus 2025 menggagas Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu sebagai ruang untuk mempertemukan dan menghubungkan gerakan-gerakan mahasiswa. Komitmen kami tetap menjalankan aksi-aksi yang konkret, dengan tetap berpegang pada nilai moral dan etika dalam setiap langkah perjuangan,” katanya.
Editor: Ismail