get app
inews
Aa Text
Read Next : Genzo Jadi Perhatian Saat Reses Sofyan Tan di STM Hilir

39 Tahun Rawat Keberagaman, YP SIM Salurkan Rp71 Miliar untuk Pendidikan Anak Kurang Mampu

Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:47 WIB
header img
Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Sofyan Tan berbaur bersama siswa YP SIM dalam perayaan HUT ke-39 Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di Medan. Foto: Ismail/iNewsMedan.id

Menurut dia, prinsip tersebut masih dipertahankan hingga kini melalui sistem subsidi silang. Siswa dari keluarga yang benar-benar tidak mampu mendapat bantuan, sementara keluarga yang mampu membayar biaya pendidikan secara penuh.

“Tidak ada di sekolah ini yang menyatakan kamu tidak punya uang, tidak bisa sekolah. Kalau kamu kurang mampu, bayar semampumu. Tetapi yang mampu harus membayar penuh,” katanya.

Dari model tersebut, program anak asuh YP SIM kini telah menjangkau 7.511 orang. Bantuan tidak hanya berupa pengurangan biaya sekolah, tetapi juga mencakup dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi lemah.

Di sisi lain, yayasan juga mengembangkan program kesejahteraan bagi guru dan tenaga kependidikan. Sofyan menyebut, dana yang telah dialokasikan untuk pendidikan dan kesejahteraan guru, termasuk kuliah anak guru, mencapai lebih dari Rp17 miliar.

“Semua uang yang masuk berupa uang sekolah, uang kuliah dan sebagainya, sepenuhnya diperuntukkan untuk anak-anak dan guru-guru kami. Sama sekali yayasan tidak mengambil keuntungan untuk bagi dividen,” katanya.

Kini YP SIM menaungi tujuh lembaga pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi. Jumlah siswa di jenjang sekolah mencapai 4.533 orang, sedangkan Universitas Satya Terra Bhinneka yang baru berusia sekitar empat tahun telah memiliki sekitar 7.500 mahasiswa.

Dengan keseluruhan ekosistem pendidikan tersebut, yayasan mempekerjakan sekitar 560 guru, dosen dan tenaga kependidikan.

Yang menarik, Sofyan menyebut angka partisipasi lulusan SMA dan SMK YP SIM yang melanjutkan pendidikan tinggi telah mencapai 95 persen. Angka tersebut jauh di atas angka partisipasi kasar perguruan tinggi nasional yang disebutnya berada di kisaran 32 persen.

“Anak-anak kita yang tamat SMA dan SMK kebanyakan sudah masuk ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut