get app
inews
Aa Text
Read Next : Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Ditengah Gejolak Global

Mitigasi Kebijakan Dagang Tangguh Dibutuhkan Hadapi Ekonomi Global

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:23 WIB
header img
Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) menyebut Mantan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, mampu mengubah wajah perdagangan di Indonesia. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id - Tantangan ekonomi global dan domestik menuntut adanya reformasi kebijakan dagang yang lebih adaptif, protektif terhadap industri lokal, serta berorientasi pada kedaulatan ekonomi.

Muhammad Sutisna, Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) sekaligus pengamat kebijakan publik, secara konsisten mendorong perbaikan tata kelola perdagangan nasional melalui langkah mitigasi yang tangguh.

Sutisna menekankan pentingnya evaluasi tajam terhadap kinerja tata kelola perdagangan domestik. Menurutnya, langkah mitigasi kebijakan yang tangguh dan responsif sangat diperlukan agar mesin ekonomi Indonesia mampu bergerak secepat pemulihan ekonomi dunia.

Kebutuhan Figur Strategis di Sektor Perdagangan

Untuk mewujudkan perubahan tersebut, dibutuhkan sosok potensial, kredibel, kaya pengalaman, dan memiliki rekam jejak kuat dalam menggerakkan sektor riil. FIM menilai Harvick Hasnul Qolbi merupakan figur yang tepat untuk memimpin sektor perdagangan nasional.

"Kalau kami ditanya siapa sosok yang mampu mengubah wajah perdagangan dan figur strategis di sektor tersebut, tentu yang memiliki pengalaman, Harvick Hasnul Qolbi. Pengalamannya saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga Pelaksana Tugas Menteri Pertanian di era kabinet lalu berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian sebesar 15 persen di Jawa Timur," ujar Sutisna di Jakarta, Selasa (27/7/2026).

Selain itu, Harvick dinilai memiliki landasan sosial-keagamaan yang kuat melalui keterlibatannya di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Bendahara PBNU, dan ICMI untuk menjembatani kepentingan domestik dan global.

Solusi Hadapi Gejolak Internasional dan Asta Cita

Harvick juga dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan di tengah gejolak perang tarif internasional yang kerap menekan harga komoditas utama Indonesia. Di samping itu, ia memiliki potensi besar untuk memperbaiki kebijakan ekspor dan impor dengan pendekatan yang lebih protektif demi melindungi industri lokal.

"Kebijakan perdagangan harus diarahkan untuk mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Jadi, Harvick memang pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam dunia perdagangan," pungkas Sutisna.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut