DPM Goes to Campus di USU Buka Dialog Mahasiswa soal Masa Depan Industri Pertambangan
MEDAN, iNewsMedan.id— Sekitar 160 mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) mengikuti diskusi mengenai pertambangan bawah tanah dalam program DPM Goes to Campus di Aula Fakultas Teknik USU, Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan bertema “Memahami Pertambangan Bawah Tanah yang Bertanggung Jawab” itu menjadi ruang pertemuan mahasiswa, akademisi dan pelaku industri untuk membahas tantangan pengelolaan tambang, mulai dari keselamatan kerja, teknologi hingga dampak lingkungan dan manfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Program Studi Teknik Pertambangan USU, Edi Yasa Ardiansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan realitas industri kepada mahasiswa, terlebih program studi Teknik Pertambangan USU baru dibuka pada 2026.
“Ini penting sekali. Mereka harus tahu bagaimana sebenarnya pertambangan itu, apa kegiatan yang harus dilakukan dan apa dampak dari kegiatan mereka,” kata Edi.
Menurut Edi, pemahaman mahasiswa terhadap industri pertambangan tidak cukup hanya dari sisi teknik. Operasional tambang juga membutuhkan dukungan berbagai disiplin ilmu, seperti teknik sipil, teknik mesin, teknik kimia, teknik elektro hingga logistik.
Ia menyebut industri pertambangan memiliki karakter high risk, high technology dan high investment. Kondisi tersebut membuat kemampuan mengelola risiko menjadi salah satu hal yang harus dipahami sejak mahasiswa.
“Risikonya besar, maka mereka harus tahu bagaimana mengelola risiko dengan baik. Kemudian tambang juga membutuhkan teknologi yang canggih untuk mengurangi atau menghindari risiko yang mungkin terjadi,” ujarnya.
Edi juga menilai pengawasan terhadap aktivitas pertambangan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan dan pemerintah. Masyarakat serta perguruan tinggi, menurutnya, juga memiliki ruang untuk memberikan kontrol melalui sikap kritis dan kajian akademis.
“Masyarakat perlu kritis supaya ada kontrol, supaya pihak perusahaan tidak sembarangan melakukan aktivitas yang dampaknya kepada masyarakat kalau tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Editor: Ismail