Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Ditengah Gejolak Global
MEDAN, iNewsMedan.id - Ditengah dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) harus getap terjaga.
OJK pun menyoroti berlanjutnya konflik geopolitik serta ancaman stagflasi global yang menjadi tantangan utama yang perlu diwaspadai.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai, meskipun sempat terjadi gencatan senjata di Timur Tengah pada awal April, blokade Selat Hormuz yang terus berlanjut telah memicu volatilitas harga energi dan tekanan inflasi global.
"IMF bahkan telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,1 persen untuk tahun 2026. Di sisi lain, ekonomi domestik justru menunjukkan resiliensi dengan tumbuh solid di level 5,61 persen," katanya dalam zoom meeting OJK, Rabu (6/5/2026).
Dia menjelaskan, stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali, didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai.
Namun, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif dan stress test secara berkala untuk memastikan lembaga jasa keuangan mampu memitigasi dampak dari pengetatan kebijakan moneter global dan fluktuasi pasar.
Lebih lanjut, pada sektor perbankan, kredit mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 9,49 persen (yoy) menjadi Rp8.659 triliun per Maret 2026, dengan rasio NPL gross yang terjaga rendah di level 2,14 persen.
Editor : Jafar Sembiring