get app
inews
Aa Text
Read Next : Modus Dinding Mobil: Siasat Licik Kurir 24 Kg Sabu Antarprovinsi untuk Lolos Razia Jalanan

Kirim Narkoba Lewat Paket Ekspedisi, Dua Pria di Medan Labuhan Diringkus

Selasa, 28 Juli 2026 | 18:36 WIB
header img
Petugas menunjukkan barang bukti 6 kg ganja, 188 butir ekstasi, paket sabu, dan batu pengganjal saat rilis kasus di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Senin (27/7/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menggerebek sebuah rumah kos yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba jaringan antarpulau di kawasan Medan Labuhan, Rabu (22/7/2026). Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman paket dan mengelabuhi petugas dengan mengkamuflasekan barang haram tersebut.

Pengungkapan oleh personel Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Medan ini berawal dari penangkapan HS (19), warga Jalan Tenggiri Raya, Kecamatan Medan Labuhan, saat berada di Jalan Rawe V, Kecamatan Medan Labuhan.

Dari tangan HS, petugas menyita barang bukti berupa 3 butir pil ekstasi dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan narkoba.

Saat diinterogasi, HS mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari JD (25), yang tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Rawe II, Kecamatan Medan Labuhan.

“Dari tangan JD, kami menemukan sejumlah barang bukti, mulai dari 3 paket sabu, 188 butir pil ekstasi, hingga 6 kilogram ganja,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Senin (27/7/2026) sore.

Modus Operandi Menggunakan Jasa Ekspedisi

Para pelaku diketahui merupakan pemasok narkoba ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka kerap memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman paket dengan menyamarkan narkoba seolah-olah berisi barang elektronik atau suku cadang (spare part) kendaraan.

“Modus operandi pelaku adalah mengirimkan narkoba ke sejumlah daerah atau antarpulau dengan mencantumkan keterangan bahwa paket tersebut berisi barang elektronik atau suku cadang. Untuk menyamarkan berat narkoba agar sesuai dengan barang yang dicantumkan, pelaku memasukkan batu ke dalam kemasan,” tambah Rafli.

Praktik bisnis haram ini telah dijalankan para pelaku selama satu tahun terakhir. Dalam satu bulan, mereka biasa melakukan pengiriman hingga 10 kali, dengan tujuan terbanyak ke wilayah Indonesia Timur.

Polisi Buru Pemasok Utama

Saat ini, pihak kepolisian sedang mengejar satu pelaku lainnya yang berperan sebagai pemasuk utama (supplier) narkoba kepada kedua tersangka. Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran jaringan antarpulau tersebut.

“Bagaimanapun cara pelaku berkamuflase, kami pastikan akan menemukan cara untuk mengungkapnya,” tegas Rafli.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut