Kolang-Kaling Bukan Bikin Glowing, Ini Manfaat yang Sebenarnya untuk Tubuh
Tak hanya memiliki manfaat kesehatan, Sofyan Tan menilai kolang-kaling juga menyimpan potensi ekonomi yang besar apabila diolah menjadi produk bernilai tambah. Karena itu, ia menghadirkan peneliti BRIN dalam bimtek tersebut agar peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan kolang-kaling menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
"Hari ini kolang-kaling punya nilai ekonomis yang bagus. Karena itu saya undang narasumber untuk mengisi Bimtek ini, agar bisa memberikan peningkatan pendapatan sekaligus menyehatkan keluarga. Nanti kalian bisa bikin merek sendiri, misalnya 'Kopi Antan' atau merek lain hasil belajar dari Ibu Usana Laura Liyu," pungkasnya.
Sementara itu, Peneliti BRIN Suzanne Laura Liwu mengatakan kolang-kaling merupakan komoditas lokal yang sebaiknya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.
"Komoditas lokal memiliki dua pilihan, dijual sebagai bahan mentah atau diolah menjadi produk yang bernilai tinggi," ujarnya.
Menurut Suzanne, selama ini masyarakat umumnya hanya mengenal kolang-kaling sebagai pelengkap kolak atau manisan. Padahal, buah aren tersebut dapat diolah menjadi beragam produk, seperti selai, dodol, minuman, acar hingga topping yogurt.
Ia menjelaskan hampir seluruh bagian pohon aren memiliki nilai ekonomi. Batangnya dapat diolah menjadi tepung untuk bahan roti, mi, dan biskuit. Mayangnya menghasilkan nira yang dapat diolah menjadi gula cetak, gula semut maupun gula cair, sedangkan buahnya menjadi bahan baku kolang-kaling.
Editor : Ismail