Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Belum 3 Bulan Menjabat, Wakapolda Sumut Brigjen Naek Pamen Simanjuntak Diganti
Advertisement . Scroll to see content

Keluar dari Image Family Man, Dwi Sasono Jadi Bapak Problematik di Film Jangan Buang Ibu

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:44 WIB
  • author Jafar Sembiring
Keluar dari Image Family Man, Dwi Sasono Jadi Bapak Problematik di Film Jangan Buang Ibu
Film Jangan Buang Ibu dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai tanggal 25 Juni 2026. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id - Rumah produksi Leo Pictures resmi merilis cuplikan adegan (official trailer) terbaru untuk film drama keluarga dinantikan berjudul Jangan Buang Ibu. Berbeda dari cuplikan sebelumnya yang menyentuh hati, trailer kali ini menampilkan sisi emosional yang intens melalui penampilan aktor kawakan Dwi Sasono sebagai sosok ayah yang problematik.

Dalam cuplikan terbaru tersebut, Dwi Sasono menunjukkan transformasi karakter yang drastis dan mengejutkan. Sang aktor terlihat kerap melontarkan kata-kata kasar, membentak, hingga melakukan tindakan kekerasan fisik. Penampilan ini menjadi tantangan besar bagi Dwi, yang selama ini dikenal luas oleh publik sebagai seorang family man di kehidupan nyata.

Meskipun harus memerankan karakter bapak yang berjarak dan tidak hadir untuk keluarganya, Dwi Sasono mengungkapkan bahwa tindakan keras tokoh tersebut didasari oleh motif terselubung seorang orang tua. Menurutnya, karakter yang ia perankan sebenarnya menginginkan masa depan yang terbaik bagi anak-anaknya.

"Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia," ujar Dwi Sasono, Selasa (9/6/2026).

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan prinsip pengasuhan (parenting) yang diterapkan Dwi secara personal. Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan nyata, ia memandang anak sebagai titipan semesta yang memiliki tujuan hidupnya masing-masing, bukan sepenuhnya hak milik orang tua.

Film Jangan Buang Ibu mengangkat realitas sosial yang dekat dengan masyarakat Indonesia, yakni pertumbuhan anak-anak yang tumbuh dewasa tanpa kehadiran dan kasih sayang seorang ayah. Salah satu dinamika tersebut digambarkan melalui karakter Tria, anak bungsu di keluarga ini yang diperankan oleh aktor muda Saputra Kori.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut