Lantik Rektor UMSU Periode 2026–2030, Haedar Nashir: Kepemimpinan Visioner Penting
Nilai keikhlasan dan hikmah menjadi fondasi utama kepemimpinan Muhammadiyah. Karakter kepemimpinan Muhammadiyah bukan sekadar jabatan, melainkan kepemimpinan yang diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, dan amal.
Prof. Haedar menegaskan, kepemimpinan Muhammadiyah bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti tantangan zaman. Maka itu, seorang rektor harus memiliki semangat kemajuan serta menjalankan kepemimpinan profetik yang tidak hanya berorientasi duniawi, tetapi juga bernilai ukhrawi.
“Semua kita adalah khalifah yang memikul tanggung jawab. Karena itu, jalankan fungsi kepemimpinan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Wakil Menteri Kemendikdasmen RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A memberikan apresiasi atas pelantikan Prof. Dr. Akrim, M.Pd sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026–2030. Dia menilai proses pergantian kepemimpinan di UMSU menunjukkan praktik regenerasi yang sehat dan berkelanjutan dalam dunia pendidikan tinggi.
Dia menilai perkembangan UMSU selama ini menjadi contoh nyata transformasi pergruan tinggi yang berlangsung secara mulus dengan menekankan prinsip keberlanjutan dan kesinambungan kepemimpinan.
"Regenerasi kepemimpinan yang berjalan baik justru akan memperkuat kesiapan UMSU dalam menyukseskan agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk pelaksanaan Muktamar mendatang," ungkapnya.
Editor : Jafar Sembiring