get app
inews
Aa Text
Read Next : Wisudawati Universitas Muhammadiyah Sumut Beragama Kristen Ini Raih Beasiwa S2 Jalur Pantun Jenaka

Lantik Rektor UMSU Periode 2026–2030, Haedar Nashir: Kepemimpinan Visioner Penting

Rabu, 29 April 2026 | 17:08 WIB
header img
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, resmi melantik Prof. Dr. Akrim, M.Pd, sebagai Rektor UMSU 2026-2030. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi melantik Prof. Dr. Akrim, M.Pd sebagai Rektor dan mengukuhkan Prof. Dr. Agussani, MAP sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026-2030. Acara digelar di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, Selasa (28/4/2026).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si mengatakan pentingnya kepemimpinan visioner dan kemampuan memobilisasi potensi.

“Setiap orang memiliki potensi, tetapi tidak semuanya mampu memobilisasi. Jika potensi tidak digerakkan, kita akan berjalan lambat seperti kura-kura yang tidak akan sampai pada tujuan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi pada akhirnya bermuara pada kualitas kepemimpinan. Dalam perspektif Islam berkemajuan yang menjadi ruh Muhammadiyah, seorang kader dituntut memiliki pola pikir maju sebagaimana teladan pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan.

Dia juga menyoroti pentingnya relasi yang baik dengan berbagai sektor sebagai ciri gerakan Muhammadiyah yang selalu bertindak secara matang dan penuh pertimbangan.

"Seorang pemimpin memiliki banyak fungsi strategis, mulai dari menjaga ketertiban organisasi hingga memberikan arah yang jelas bagi seluruh anggota. Pemimpin, katanya, harus mampu menjadi sosok yang “didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting” karena memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris," katanya. 

Nilai keikhlasan dan hikmah menjadi fondasi utama kepemimpinan Muhammadiyah. Karakter kepemimpinan Muhammadiyah bukan sekadar jabatan, melainkan kepemimpinan yang diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, dan amal.

Prof. Haedar menegaskan, kepemimpinan Muhammadiyah bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti tantangan zaman. Maka itu, seorang rektor harus memiliki semangat kemajuan serta menjalankan kepemimpinan profetik yang tidak hanya berorientasi duniawi, tetapi juga bernilai ukhrawi.

“Semua kita adalah khalifah yang memikul tanggung jawab. Karena itu, jalankan fungsi kepemimpinan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Wakil Menteri Kemendikdasmen RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A memberikan apresiasi atas pelantikan Prof. Dr. Akrim, M.Pd sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026–2030. Dia menilai proses pergantian kepemimpinan di UMSU menunjukkan praktik regenerasi yang sehat dan berkelanjutan dalam dunia pendidikan tinggi.

Dia menilai perkembangan UMSU selama ini menjadi contoh nyata transformasi pergruan tinggi yang berlangsung secara mulus dengan menekankan prinsip keberlanjutan dan kesinambungan kepemimpinan.

"Regenerasi kepemimpinan yang berjalan baik justru akan memperkuat kesiapan UMSU dalam menyukseskan agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk pelaksanaan Muktamar mendatang," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Dr. Fajar menegaskan, posisi UMSU sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) ternama di Sumatera Utara telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di daerah tersebut.

“Keberadaan UMSU turut mendorong pertumbuhan APK di Sumatera Utara, yang saat ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional,” jelasnya.

Dia berharap kepemimpinan baru UMSU mampu melanjutkan capaian yang telah dirintis, sebelumnya serta semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.

Dalam sambutannya, Prof. Agussani yang baru dilantik sebagai BPH, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung atas amanah memimpin UMSU selama 16 tahun sejak pertama kali dilantik pada 2010.

Dia mengenang perjalanan panjang UMSU yang saat awal kepemimpinannya berada dalam kondisi penuh tantangan, termasuk persoalan tata kelola dan beban keuangan institusi.

“Saat itu UMSU dalam posisi berhutang. Dengan semangat seluruh warga Muhammadiyah Sumatera Utara, kami bersama-sama memperbaiki tata kelola hingga hari ini UMSU tidak memiliki utang satu rupiah pun,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan UMSU merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader Muhammadiyah dan sivitas akademika. Dia juga memaparkan perkembangan aset strategis UMSU, seperti perkebunan sawit si Biru-biru dan sosorgardong, Kebun Kelor di jalan Tuar Amplas, OIF di Barus, rumah sakit UMSU, hingga penguatan rantai pasok seperti dapur SPPG, Kandang Ayam, Pabrik Roti hingga pabrik Air isi ulang.

Prof. Agussani berpesan kepada Rektor UMSU yang baru agar memimpin dengan keteguhan, tidak menyimpan dendam, serta menjawab berbagai tantangan dengan prestasi.

“Rawat UMSU dengan kebersamaan. Catatan emas ini harus terus kita ukir,” katanya.

Dia juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur kampus terpadu sebagai lokasi Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah tahun 2027, di antaranya Auditorium UMSU yang telah mencapai 38 persen pembangunan senilai Rp122 miliar, Sport Hall 75 persen senilai Rp19,5 miliar, serta dimulainya pembangunan Masjid Ahmad Dahlan yang turut mendapat dukungan pemerintah daerah.

Rektor UMSU yang baru dilantik, Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyampaikan, kepemimpinan yang diembannya merupakan amanah besar untuk melanjutkan capaian sebelumnya.

“Masa lalu adalah pelajaran, masa kini adalah cerminan, dan masa depan adalah impian yang harus kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Dia mengusung visi menjadikan UMSU sebagai kampus digital berkelas dunia berbasis riset dan inovasi berdampak melalui kepemimpinan transformatis, inklusif, dan humanis.

Menurutnya, terdapat dua agenda besar yang menjadi fokus kepemimpinan ke depan, yakni sukses penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah serta penguatan UMSU menuju World Class University. Untuk mencapai target tersebut, UMSU akan memperkuat enam pilar utama, yaitu: Penguatan riset dan inovasi, Kualitas akademik dan SDM, Internasionalisasi, Kepemimpinan dan tata kelola, Pendanaan berkelanjutan serta Penguatan fasilitas dan infrastruktur.

“Kunci keberhasilan adalah kesungguhan dan kesabaran dalam bekerja bersama,” tegasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah I Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA., Ph.D turut apresiasi atas capaian UMSU di bawah kepemimpinan Prof. Agussani yang dinilai berhasil menjadikan UMSU sebagai kampus swasta terbaik di Sumatera Utara dengan tata kelola dan pelaporan yang baik.

“UMSU ini kampus terbaik di Sumut sehingga semua pelaporan dan kegiatan yang dicanangkan oleh Kementerian sehingga selalu difasilitasi oleh UMSU. Terima kasih pak ketum, ini adalah tradisi yang sangat baik karena UMSU selalu sigap untuk menaikkan akreditasinya,” pungkasnya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut