Mayoritas Warga Dairi Dukung Operasional Tambang , Amdal Jadi Syarat Utama
MEDAN, iNewsMedan.id- Dukungan terhadap rencana investasi pertambangan PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus menguat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Masyarakat berharap kehadiran industri tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan nilai budaya setempat.
Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD) bersama Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (Almas Lintang) menyatakan sikap terbuka terhadap operasional perusahaan. Namun, dukungan itu disertai syarat tegas, yakni kepatuhan penuh terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta pengawasan optimal dari pemerintah.
Ketua Harian FKPHUPD, Aslim Padang, mengatakan masyarakat Dairi membutuhkan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Menurutnya, investasi berskala besar berpotensi memperluas kesempatan kerja, menggerakkan usaha lokal, serta meningkatkan penerimaan daerah melalui skema bagi hasil dan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Dengan demikian pemerintah memiliki sumber daya untuk membangun infrastruktur, pertanian, pendidikan, serta sektor sosial dan budaya,” ujar Aslim saat menyampaikan dukungan terhadap pembangunan PT DPM kepada Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Meski mendukung, Aslim menegaskan seluruh aktivitas perusahaan wajib mematuhi standar operasional prosedur yang tertuang dalam dokumen lingkungan hidup. “Kepatuhan terhadap Amdal adalah harga mati. Pemerintah harus melakukan pengawasan ketat agar kegiatan tambang tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan,” tegasnya.
Editor : Ismail