Cegah Bencana Berulang, Akademisi USU Dorong Penetapan Zona Merah di Batang Toru
Senada dengan hal tersebut, Direktur Konservasi YEL, M. Yakub Ishadamy, menyebut kerugian Rp14 triliun di tiga kabupaten akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu adalah "lampu kuning" bagi Sumatera Utara.
Selain faktor deforestasi, Yakub menyoroti pergerakan sesar Sumatera yang membuat lereng di Batang Toru sangat rentan longsor meski hutannya terlihat masih bagus. Ia mendesak agar parameter bencana dikembalikan sebagai kriteria utama dalam penyusunan RTRW.
Perlindungan Ekosistem Batang Toru bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan masalah keselamatan nyawa dan stabilitas ekonomi Sumatera Utara. Revisi RTRW yang adaptif dan inklusif menjadi harga mati agar Batang Toru tetap menjadi penyangga kehidupan, bukan sumber bencana bagi generasi mendatang.
Editor : Jafar Sembiring