Pengamat Curigai Perubahan Desain Underpass Gatot Subroto Medan, Minta BPK Periksa Prosedur
Selain BPK, Elfanda juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pemilik anggaran untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan teknis di balik peralihan desain tersebut.
"Secara teknis tentunya ahli teknis desain arsitek maupun teknik sipil yang ada di Kementerian PUPR harus menjelaskan adanya perbedaan antara perencanaan dan realisasi proyek," tegas Elfanda.
Secara fungsional, Elfanda mengakui bahwa baik flyover maupun underpass memiliki kelebihan masing-masing. Underpass dinilai lebih unggul dari sisi visual kota karena tidak menutupi fasad bangunan di sekitar lokasi proyek.
"Dari sisi estetika under pass lebih menguntungkan bagi bangunan disekitar karena tidak mengganggu estetika. Sedangkan model flyover pasti mengurangi estetika bangunan sekitar karena akan tertutup oleh ketinggian jalan," jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa biaya perawatan underpass jauh lebih tinggi dan berisiko secara teknis, terutama terkait ancaman banjir jika sistem drainase dan pompa mengalami kerusakan.
"Kelemahan underpass rentan terhadap genangan air di bagian bawah jalan dan butuh pompa kalau hujan lebat. Sebaliknya dengan Flyover, tidak memerlukan dan biaya perawatan lebih sedikit," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring