Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos
Advertisement . Scroll to see content

Guru Besar USU Sebut Ekofisiologis Tidak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:51 WIB
  • author Vitrianda
Guru Besar USU Sebut Ekofisiologis Tidak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara (USU), Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf. Foto: Ist

MEDAN, iNewsMedan.id – Rentetan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat pada akhir tahun lalu dinilai berakar dari tata kelola lahan yang mengabaikan prinsip ekofisiologi tanaman.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara (USU), Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, menjelaskan bahwa risiko kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim sebenarnya dapat diminimalisir jika interaksi antara fungsi fisiologis tanaman dan kondisi lingkungan fisik diperhatikan secara saksama.

Kriteria kesesuaian lahan, baik di tanah mineral maupun gambut, menjadi kunci utama agar aktivitas perkebunan maupun kehutanan tidak justru merusak ekosistem.

Dalam diskusi ilmiah bertajuk "Dialektika Sawit Indonesia" di Kampus USU Medan pada Selasa (10/2), Prof. Abdul Rauf menegaskan bahwa tanaman apa pun dapat memicu kerusakan lingkungan jika dipaksakan tumbuh di lahan yang tidak sesuai dengan karakter ekofisiologinya.

Oleh karena itu, ia menilai tidak adil jika bencana alam yang terjadi serta-merta dituduhkan kepada satu jenis komoditas tertentu seperti kelapa sawit. Kerusakan lingkungan lebih sering disebabkan oleh aktivitas ilegal seperti pembalakan liar, penanaman tak berizin, hingga pertambangan ilegal yang mengabaikan daya dukung lahan.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut