get app
inews
Aa Text
Read Next : Tuntut Penutupan Blue Night, Massa BEM SI Goyang Pagar Kantor Gubernur Sumut

Bobby Nasution Buka Peluang KEK Kesehatan, Tak Mau Pasien Sumut Berobat ke Luar Negeri

Selasa, 10 Februari 2026 | 12:55 WIB
header img
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Ketua PERSI Sumatera Utara dr. Syaiful Munawar Sitompul berfoto bersama pada pembukaan Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Sumut ke-16 dan Medan Hospital Expo ke-14 di Medan. Foto: inews Medan.id

MEDAN, iNewsMedan.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa rumah sakit di Sumatera Utara harus berbenah serius agar mampu bersaing di tengah kompetisi layanan kesehatan global dan menahan derasnya arus pasien yang memilih berobat ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Bobby saat membuka Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Sumatera Utara ke-16 bertema “Mewujudkan Ekosistem Rumah Sakit yang Handal dan Berkelanjutan” serta Medan Hospital Expo ke-14 di Hotel Santika Medan, Selasa (10/2/2026).

Bobby mengungkapkan, sektor kesehatan memiliki peran besar dalam mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara yang kini telah berada di atas rata-rata nasional. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup jika masyarakat masih merasa lebih aman mencari layanan kesehatan ke negara tetangga.

“Sumatera Utara ini sangat dekat dengan negara-negara tetangga. Kalau layanan kita tidak benar-benar siap, pasien akan dengan mudah memilih berobat ke Malaysia atau Singapura,” ujar Bobby.

Ia menyoroti potensi kerugian ekonomi akibat fenomena tersebut. Menurutnya, lebih dari Rp7 triliun per tahun uang masyarakat Indonesia mengalir ke luar negeri hanya untuk layanan kesehatan, belum termasuk biaya lain seperti transportasi dan akomodasi.

“Ini bukan sekadar soal bisnis rumah sakit, tapi soal kepercayaan masyarakat. Kalau satu rumah sakit bermasalah, citra seluruh rumah sakit di Sumatera Utara bisa ikut rusak,” tegasnya.

Bobby menekankan, rumah sakit tidak cukup hanya menjanjikan kesembuhan, tetapi harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan ketenangan sejak pasien pertama kali masuk. Menurutnya, pelayanan yang manusiawi adalah fondasi utama ekosistem rumah sakit yang kuat.

“Pasien dan keluarga datang dalam kondisi tertekan. Minimal ketika masuk rumah sakit, mereka merasa tenang dan senang. Kalau sudah begitu, urusan medisnya kita kerjakan dengan profesional,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bobby membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi khusus kesehatan di Sumatera Utara. Pemerintah provinsi, kata dia, siap mendukung dari sisi perizinan hingga penyediaan lahan milik daerah jika diperlukan.

“Kalau mau bersaing secara global, kita harus berani bermimpi besar. Kenapa kawasan ekonomi khusus kesehatan tidak kita bangun di Sumatera Utara?” ucapnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut