Tempe dan Roti Warga Binaan Rutan Medan Berizin BPOM dan Halal, Siap Pasok Kebutuhan Masyarakat
MEDAN, iNewsMedan.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Meski fungsi utama rutan adalah perawatan dan pelayanan tahanan, pelaksanaan pembinaan keterampilan kini dijalankan secara serius dan terukur hingga berhasil menghasilkan produk yang menembus pasar masyarakat.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Medan, Andi Surya, menyatakan bahwa program pembinaan ini tidak sekadar formalitas, melainkan berorientasi pada hasil nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan maupun masyarakat luas.
"Program pembinaan ini kami rancang agar tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Kami ingin memastikan warga binaan memiliki keahlian yang diakui standar industri, sehingga saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga bekal ekonomi dan sertifikasi resmi untuk memulai hidup baru," ujar Andi Surya, Senin (26/1/2026).
Saat ini, produk hasil pembinaan telah dimanfaatkan secara konkret dalam berbagai sektor. Produksi tempe secara rutin dikirimkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyuplai Dapur Sehat Rutan Medan, serta beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Medan.
"Selain tempe, produk keripik juga dikirimkan untuk mendukung program MBG, sementara produksi roti difokuskan untuk membantu penguatan sektor UMKM," ujar Andi.
Editor : Jafar Sembiring