get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir Rendam Langkat, Ratusan Warga Binaan Rutan Pangkalan Brandan Dievakuasi

Tempe dan Roti Warga Binaan Rutan Medan Berizin BPOM dan Halal, Siap Pasok Kebutuhan Masyarakat

Selasa, 27 Januari 2026 | 09:00 WIB
header img
Penampakan produk tempe dan roti buatan warga binaan Rutan Kelas I Medan di bawah label Ragusta Bakery. Foto: Dok. Rutan Kelas I Medan

MEDAN, iNewsMedan.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Meski fungsi utama rutan adalah perawatan dan pelayanan tahanan, pelaksanaan pembinaan keterampilan kini dijalankan secara serius dan terukur hingga berhasil menghasilkan produk yang menembus pasar masyarakat.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Medan, Andi Surya, menyatakan bahwa program pembinaan ini tidak sekadar formalitas, melainkan berorientasi pada hasil nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

"Program pembinaan ini kami rancang agar tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Kami ingin memastikan warga binaan memiliki keahlian yang diakui standar industri, sehingga saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga bekal ekonomi dan sertifikasi resmi untuk memulai hidup baru," ujar Andi Surya, Senin (26/1/2026).

Saat ini, produk hasil pembinaan telah dimanfaatkan secara konkret dalam berbagai sektor. Produksi tempe secara rutin dikirimkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyuplai Dapur Sehat Rutan Medan, serta beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Medan. 

"Selain tempe, produk keripik juga dikirimkan untuk mendukung program MBG, sementara produksi roti difokuskan untuk membantu penguatan sektor UMKM," ujar Andi.

Keamanan dan kualitas produk pun telah terjamin. Produk tempe dan roti hasil pembinaan ini telah mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kota Medan serta izin edar dari BPOM

"Hal ini memastikan bahwa seluruh proses produksi telah memenuhi standar kehalalan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi," ujar Andi.

Keberhasilan produksi ini diawali dengan rangkaian pelatihan keterampilan yang melibatkan tenaga profesional. Pelatihan tersebut mencakup pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, produksi dan pengemasan aneka keripik, pembuatan roti, hingga manajemen usaha dan dasar kewirausahaan.

Dalam pelaksanaannya, Rutan Medan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), antara lain Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang, serta BPJS Ketenagakerjaan Deli Serdang. Sinergi ini bertujuan memastikan materi pelatihan sesuai dengan standar kompetensi kerja dan kebutuhan pasar.

"Sebagai bentuk pengakuan resmi, warga binaan yang mengikuti pelatihan diberikan sertifikat dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. Sertifikat ini diharapkan menjadi modal keterampilan dan penumbuh kepercayaan diri bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa penahanan," ujar Andi.

Selain mendapatkan bekal teknis dan kesiapan mental, penjualan produk-produk ini juga memberikan keuntungan finansial bagi warga binaan. 

"Mereka mendapatkan premi dalam bentuk tabungan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Andi.

Melalui pembinaan yang terarah ini, Rutan Kelas I Medan diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif.

"Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan produk tempe, roti, dan keripik karya warga binaan, dapat menghubungi Ragusta Bakery (081-3311-3310)," ujar Andi.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut