get app
inews
Aa Read Next : Besok, Ganjar Pranowo Kampanye Akbar di Lapangan Astaka Deli Serdang

Ramai Soal Pengungsi Rohingya, Ganjar Pranowo: Butuh Lebih Kritis dan Analitis

Kamis, 07 Desember 2023 | 16:05 WIB
header img
Calon Presiden Ganjar Pranowo tanggapi soal pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pengungsi etnis Rohingya yang belakangan ini viral mendapatkan perhatian dari Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo, Ia mendukung segala keputusan pemerintah baik menerima ataupun tidak terkait pengungsi Rohingya yang sekarang berada di Aceh.

Menurutnya, pemerintah banyak pertimbangan yang perlu dikaji, plus minusnya terkait polemik pengungsi Rohingya. 

“Saya berharap agar pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini (pengungsi Rohingya),” ujarnya di sela-sela kunjungan ke Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (6/12/2023).

Ganjar memberikan dukungan kepada Mahfud MD, pasangannya sebagai cawapres yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) untuk mampu menyelesaikan tugasnya menangani pengungsi Rohingya sebagaimana diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

“Ya, sedang dilakukan assessment (penilaian) kan ya. Saya kira itu cara paling netral sebelum kita memutuskan iya atau tidak,” katanya. 

Diketahui situasi politik dunia hari ini begitu cepat mengalami perubahan. Mulai dari konflik Ukraina, persaingan ekonomi antara China dan Amerika Serikat, konflik Palestina hingga pengungsi Rohingyayang setidaknya mengubah konstelasi dunia. 

Posisi Indonesia kata Ganjar, menjadi tidak mudah menghadapi tantangan geopolitik hari ini dan mendatang. Sebab itu dibutuhkan pemikiran yang lebih kritis, lebih analitis untuk membaca perubahan-perubahan yang terjadi. 

“Kita butuh lebih kritis, kita butuh lebih analitis karena itu sangatlah penting untuk membaca perubahan-perubahan lingkungan eksternal apalagi dunia yang saat ini berlangsung begitu cepat,” kata Ganjar. 

Menurut Ganjar, perlu merefleksikan kebebasan dalam menghadapi tantangan geopolitik. Politik Indonesia yang bebas aktif sekarang, betul-betul harus disesuaikan dengan kondisi kekinian. 

Dengan demikian, kebebasan yang dianut bukan hanya untuk tidak memihak, namun juga kebebasan untuk mencari partner yang sama-sama menguntungkan dan saling menghormati. 

Adapun aktif menurut Ganjar juga harus bisa didefinisikan ulang (redefine) bahwa Indonesia aktif di perdamaian dunia, maka harus aktif mengemukakan solusi pada negara-negara yang sedang berkonflik. 

“Karena konflik itu berdampak terhadap segala hal, termasuk ekonomi, gelombangnya bisa sampai ke Indonesia,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Tenggarong, Kutai Kartanegara, Ganjar bertemu dengan Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Arifin dan para seniman. Dia mendapat kesempatan ikut serta menarik Kanjar Ganjur yang merupakan warisan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Editor : Chris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut