MEDAN, iNewsMedan.id – Sejumlah guru dan siswa SMK di Medan mulai dibekali keterampilan mengubah sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Keterampilan ini dinilai membuka peluang bagi pelajar untuk memasuki dunia kerja hingga mengembangkan usaha di bidang kendaraan listrik.
Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, kompetisi konversi motor listrik, hingga seminar teknologi yang melibatkan sejumlah sekolah di Medan.
Dalam kompetisi yang digelar di SMK Gelora Jaya Nusantara, Rabu (4 November 2026), lima SMK unjuk kemampuan mengonversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Kelima sekolah tersebut yakni SMK Taman Siswa, SMK Muhammadiyah 8 Medan, SMK Gelora Jaya Nusantara, SMK Negeri 4 Medan, dan SMK Sinar Husni.
Sementara itu, perwakilan SMK Muhammadiyah 9 Medan dilibatkan sebagai juri dalam kompetisi tersebut.
Selain siswa, delapan guru dari lima sekolah juga mengikuti sertifikasi untuk memperkuat kemampuan dalam mengajarkan teknologi konversi motor listrik. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada siswa melalui pembelajaran di sekolah.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, mengatakan keterampilan kendaraan listrik perlu mulai diperkenalkan di lingkungan pendidikan seiring perkembangan teknologi dan transisi energi.
“Melalui PLN Peduli, kami ingin membuka akses pembelajaran agar guru dan siswa memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik. Bekal ini diharapkan dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan inovasi, memasuki dunia kerja, maupun merintis usaha,” ujar Rizky.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
