MEDAN, iNewsMedan.id– Ancaman pohon tumbang, genangan air, hingga pergeseran tanah menjadi perhatian dalam menghadapi cuaca ekstrem di Sumatera Utara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu perjalanan kereta api, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Untuk mengantisipasi risiko itu, sejumlah titik di sepanjang jalur kereta api mulai dibenahi. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, sebanyak 358 titik pemangkasan pohon telah dilakukan di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara.
Selain itu, pembenahan drainase juga dilakukan untuk mencegah genangan dan aliran air yang dapat mengikis tanah penyangga rel. Pada Oktober 2026, pekerjaan pembuatan saluran air sepanjang 1.650 meter dilakukan di tiga titik, mulai dari lintas Stasiun Bajalinggei hingga Stasiun Siantar.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan genangan air menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kestabilan badan jalur kereta api.
"KAI Divre I Sumut memahami bahwa perubahan cuaca, khususnya saat memasuki musim penghujan, dapat meningkatkan potensi gangguan terhadap prasarana perkeretaapian. Karena itu, KAI melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi jalur tetap terjaga dan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman," ujarnya, Rabu, 4 November 2025
Menurut Anwar, aliran air hujan yang tidak terkendali berisiko mengikis lapisan tanah dan material penyusun badan jalur. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kestabilan konstruksi jalan rel.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
