[head] Kabut asap yang menyelimuti seluruh wilayah Sumatera Utara mulai berdampak pada jarak pandang. Meski demikian, perjalanan kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara masih berjalan normal tanpa pembatalan.
Berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara. Pengamatan di Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit pada pukul 09.00 WIB juga mencatat jarak pandang berkisar satu hingga tiga kilometer.
Kondisi tersebut membuat KAI meningkatkan kewaspadaan dalam mengoperasikan kereta api, terutama saat masinis melintasi jalur dengan jarak pandang terbatas.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemantauan operasional dilakukan sejak kabut asap mulai terdeteksi pada Selasa, 13 Oktober 2026.
"Sejak mulai terlihatnya sebaran kabut asap di langit Sumatera Utara pada Selasa, 13 Oktober 2026, KAI Divre I Sumatera Utara terus melakukan monitoring operasional perjalanan kereta api untuk memastikan bahwa semua perjalanan kereta api berjalan dengan normal dalam melayani pelanggan," ujar Anwar.
KAI juga menginstruksikan seluruh masinis agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap fokus selama perjalanan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional di tengah kondisi jarak pandang yang menurun.
Hasilnya, berdasarkan data Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka), tingkat ketepatan waktu atau On-Time Performance (OTP) kereta api penumpang pada 13–14 Oktober 2026 mencapai 100 persen, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Kinerja tersebut berlanjut pada Kamis, 15 Oktober 2026. Hingga pukul 10.00 WIB, seluruh kereta api penumpang yang berangkat dan tiba di wilayah Divre I Sumatera Utara masih sesuai jadwal.
"Meski jarak pandang terbatas, kereta api masih beroperasi normal dan tidak ada pembatalan perjalanan. Semua kereta api yang dioperasikan di wilayah Sumatera Utara masih terpantau berangkat dan datang tepat waktu sesuai jadwal, jadi masyarakat yang akan menggunakan kereta api tidak perlu khawatir," imbau Anwar.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
