Saat Autentikasi Terkendala, Petugas Hadir Membantu Pensiunan

Mayfazri
Petugas keamanan TASPEN Cabang Medan, Suheri, membantu Masniari melakukan autentikasi untuk memastikan kelancaran pembayaran manfaat pensiunnya. (Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id – Awal bulan menjadi waktu penting bagi para pensiunan untuk memastikan proses autentikasi berjalan lancar agar pembayaran manfaat pensiun tidak terkendala. Namun, bagi sebagian peserta lanjut usia, proses yang seharusnya dapat dilakukan melalui ponsel itu terkadang membutuhkan bantuan orang lain.

Hal itu dialami Masniari, 63 tahun, pensiunan dari sektor pendidikan yang mendatangi Kantor PT TASPEN (Persero) Cabang Medan di Jalan H. Adam Malik, Medan, Senin (2/11/2026). Ia datang setelah mengalami kesulitan menggunakan aplikasi ANDAL TASPEN untuk melakukan autentikasi.

Masniari mengaku tidak dapat mengakses aplikasi tersebut sehari sebelumnya karena diminta melakukan pembaruan atau menginstal ulang aplikasi. Ia sudah mencoba mengikuti petunjuk yang muncul, tetapi tidak berhasil menyelesaikan prosesnya.

“Biasanya aman-aman saja. Kemarin saya buka, tetapi tidak bisa. Katanya harus menginstal kembali. Namanya kita sudah tua, tidak mengerti. Takut nanti gaji pensiun tidak turun, makanya saya datang ke sini,” ujar Masniari.

Sejak 2023, Masniari telah menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan autentikasi secara berkala. Ia memahami bahwa proses itu diperlukan untuk memastikan statusnya sebagai penerima manfaat pensiun. Namun, ketika menghadapi kendala teknis, ia memilih mendatangi kantor TASPEN untuk mendapatkan bantuan.

Setibanya di kantor, Masniari langsung menemui Suheri, petugas keamanan yang telah bekerja selama 16 tahun di TASPEN. Alih-alih sekadar mengarahkan peserta ke bagian pelayanan, Suheri terlebih dahulu menanyakan kebutuhan yang ingin diselesaikan.


Peserta pensiunan mendatangi Kantor TASPEN Cabang Medan untuk mengakses berbagai layanan pada awal bulan. (Istimewa)

Bagi Suheri, langkah awal tersebut penting agar peserta mendapatkan bantuan sesuai dengan kendala yang dihadapi. Peserta yang hanya membutuhkan bantuan autentikasi akan dibantu, sedangkan mereka yang memerlukan penanganan administrasi lebih lanjut diarahkan ke bagian layanan terkait.

“Peserta datang dengan beragam kendala. Saat mereka datang, kami tanyakan terlebih dahulu kebutuhan apa yang diperlukan. Jika hanya autentikasi, kami bisa langsung membantu. Namun, jika ada kebutuhan lainnya, akan kami arahkan ke bagian customer service untuk mendapatkan pelayanan lanjutan,” kata Suheri.

Pendekatan itu pula yang dirasakan Masniari ketika datang mencari bantuan. Ia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas keamanan yang ditemuinya.

“Bagus. Bagus Bapak itu. Saya langsung menjumpai Pak Satpam,” tuturnya.

Bagi Masniari, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kebingungannya ketika aplikasi yang biasa digunakan tidak dapat diakses. Kendala yang semula membuatnya khawatir terhadap kelancaran pembayaran pensiun akhirnya dapat ditindaklanjuti dengan bantuan petugas.

Pengalaman keduanya memperlihatkan bahwa pelayanan pensiunan tidak hanya berlangsung di meja customer service. Bantuan dapat dimulai sejak peserta memasuki kantor, ketika petugas mendengarkan kebutuhan mereka dan membantu menentukan langkah penyelesaian.

Kehadiran aplikasi ANDAL atau Autentikasi Digital merupakan bagian dari upaya PT TASPEN (Persero) mempermudah peserta melakukan verifikasi secara mandiri. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat melakukan autentikasi menggunakan ponsel tanpa harus selalu mendatangi kantor pelayanan.

Services Sector Head PT TASPEN (Persero) Cabang Medan, Widya Eka Setiawan, menjelaskan bahwa autentikasi diperlukan untuk memastikan peserta pensiunan masih hidup dan berhak menerima manfaat yang dibayarkan setiap bulan.

“Autentikasi merupakan bagian penting untuk memastikan penerima manfaat pensiun masih hidup dan berhak menerima pembayaran. Proses ini juga membantu menjaga akurasi data serta mencegah pembayaran kepada pihak yang tidak berhak,” jelas Widya.

Sebelum autentikasi digital diterapkan, status peserta yang telah meninggal dunia terkadang tidak segera diketahui. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pembayaran pensiun tetap dilakukan melalui mitra bayar kepada pihak yang tidak lagi berhak menerimanya.

Melalui ANDAL TASPEN, peserta dapat melakukan autentikasi dengan mengikuti petunjuk pada aplikasi dan mengambil swafoto untuk proses verifikasi. Peserta diimbau memastikan proses tersebut berhasil serta melakukan autentikasi sesuai jadwal yang ditentukan.

TASPEN memberikan rentang waktu autentikasi pada tanggal 1 hingga 15 setiap bulan. Peserta yang tidak melakukan autentikasi sesuai ketentuan dapat mengalami penundaan pembayaran sampai proses verifikasi dipenuhi.

Karena itu, Widya mengimbau peserta tidak menunda autentikasi hingga mendekati batas akhir, terutama untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin terjadi.

“Peserta sebaiknya melakukan autentikasi lebih awal. Jika mengalami kesulitan menggunakan aplikasi, jangan ragu meminta bantuan kepada petugas TASPEN atau mitra bayar agar kendalanya dapat segera ditangani,” ujarnya.

Meski autentikasi digital memberikan kemudahan, tidak semua peserta memiliki kemampuan yang sama dalam menggunakan ponsel. Gangguan jaringan, kesulitan mengoperasikan aplikasi, hingga keterbatasan fisik dapat menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian pensiunan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, TASPEN menyediakan alternatif pelayanan melalui mitra bayar. Peserta yang mengalami masalah jaringan dapat menanyakan mekanisme autentikasi manual di bank mitra bayar. Sementara itu, peserta yang sakit atau tidak memiliki ponsel dapat memperoleh bantuan melalui mekanisme pelayanan yang tersedia, termasuk kunjungan ke rumah sesuai kebutuhan.

Pendampingan keluarga juga dapat membantu peserta lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan aplikasi. Namun, peserta tetap perlu memastikan data yang dimasukkan benar serta menjaga kerahasiaan informasi pribadi.

Menurut Widya, layanan digital perlu berjalan beriringan dengan pendampingan agar peserta tetap dapat mengakses haknya ketika mengalami kendala.

Di sisi lain, peserta juga diingatkan untuk mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan TASPEN. Mereka diminta tidak memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya.

Editor : Chris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network