Menurut Rico Waas, patriotisme, kegigihan, dan empati perlu ditanamkan sejak dini karena pemuda hari ini akan mengambil peran sebagai pemimpin bangsa pada masa mendatang. Generasi muda tidak hanya perlu memiliki kemampuan, tetapi juga tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Ia pun mengajak pemuda untuk tidak ragu menghadapi tantangan dan tetap yakin terhadap masa depan Indonesia. Kemajuan bangsa, katanya, dapat diperjuangkan melalui kerja keras, optimisme, dan semangat bersama.
“Kadang-kadang kita mungkin merasa, mungkinkah kita menjadi negara yang maju dan kuat? Bisa. Yakinlah, kita harus optimistis untuk itu,” tuturnya.
Sebelumnya, saat bertindak sebagai inspektur upacara, Rico Waas membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Dalam sambutan tersebut, generasi muda diajak menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai pedoman dalam membangun karakter bangsa yang patriotik, gigih, dan berempati.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Rico Waas.
Upacara tersebut turut diikuti Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Pj. Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, para asisten, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan. Hadir pula anggota Pramuka dan organisasi kepemudaan.
Rico Waas menegaskan, semangat membangun bangsa perlu terus dipupuk menuju Indonesia Emas 2045. Pemuda diharapkan mengambil bagian dalam perubahan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
