MEDAN, iNewsMedan.id- Tradisi menenun masyarakat Nias yang telah lama ditinggalkan mendorong Raminalai Dakhi mengembangkan kain tenun premium melalui Tuwu Nukhada. Berbekal riset selama bertahun-tahun, ia menelusuri jejak tenun leluhur, mengangkat motif dari rumah adat dan ukiran Nias, serta menyiapkan pembinaan untuk melahirkan kembali penenun di tanah asalnya.
Pemilik Tuwu Nukhada, Raminalai Dakhi, mengatakan, gagasan mengembangkan kain tenun khas Nias berawal dari keinginannya menampilkan identitas budaya daerah asalnya melalui busana.
Sebagai pecinta wastra, ia mengaku kerap kesulitan menemukan motif Nias yang bisa diaplikasikan pada pakaian. Upaya menggunakan bordir beberapa kali dilakukan, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
“Sangat-sangat sedih kadang-kadang, mau kepengen memunculkan identitas saya sebagai orang Nias itu, terpaksa saya bordir. Dan itu pun hasilnya pasti tidak sesuai harapan saya,” kata Raminalai, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kesulitan itu semakin terasa ketika ia berhadapan dengan penjahit yang tidak familiar dengan motif budaya Nias. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya mencari cara lain agar identitas daerahnya dapat ditampilkan secara lebih utuh.
“Kadang-kadang saya menemukan tukang jahitnya itu tidak familiar dengan Nias juga. Itu salah satu challenge bagi saya,” ujarnya.
Ide mengembangkan motif Nias menjadi kain muncul setelah anak-anak perempuannya membuat pola yang terinspirasi dari budaya daerah tersebut. Saat itu, anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah dan mulai tertarik membuat desain sendiri.
“Akhirnya anak-anak saya yang perempuan yang mungkin beranjak remaja itu, kelas waktu itu masuk SMP, mereka membuat pola, mereka mendesain, ‘Motif Nias ini, Mama, udah nih bikin’,” tuturnya.
Raminalai mengaku tertarik melihat desain tersebut. Namun, ia tidak ingin sekadar membuat kain dengan motif yang terlihat menarik. Menurutnya, desain tersebut harus memiliki dasar sejarah dan filosofi yang jelas.
“Akhirnya kami melakukan riset, karena menurut saya tidak hanya cantik. Harus ada filosofi juga,” katanya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
