Menjelang pertandingan bubar, PSIS akhirnya mampu memperkecil kedudukan melalui gol Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol tersebut membuat menit-menit akhir pertandingan berjalan menegangkan, tetapi PSMS tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Eko Purdjianto mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi menjelang laga usai. Meski kebobolan pada masa tambahan waktu, ia tetap memberikan apresiasi tinggi atas daya juang para pemainnya.
"Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah," tuturnya.
Eko juga menegaskan bahwa kedalaman skuad menjadi modal vital dalam mengarungi jadwal kompetisi yang padat. Dengan 31 pemain yang disiapkan untuk liga dan League Cup, PSMS memiliki opsi yang memadai untuk menutupi absennya pemain utama, termasuk saat kehilangan Manahati sebelumnya.
Hal senada turut disampaikan oleh Rangga Muslim. Ia menilai kemenangan tipis ini merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim yang harus beradaptasi cepat dengan situasi sulit sejak babak pertama.
"Alhamdulillah, kami bisa mencetak gol lebih awal dan unggul 2-0. Mudah-mudahan hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk pertandingan berikutnya," kata Rangga.
Meski sukses meraup tiga poin penuh, kemenangan atas PSIS menyisakan pekerjaan rumah bagi Eko Purdjianto terkait masalah disiplin dan konsentrasi. Siverio dipastikan absen pada laga selanjutnya, sementara PSMS harus segera bersiap melakoni laga tandang menghadapi PSGC Ciamis pada Sabtu (31/10/2026) mendatang.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
