Pertandingan ini juga menjadi ajang adu taktik antara Eko Purdjianto dan pelatih PSIS, Widodo Cahyono Putro. Kedekatan Eko dengan mantan rekannya di Timnas Indonesia dan Bali United tersebut memberinya sedikit gambaran mengenai karakter permainan lawan, walau ia menegaskan profesionalisme tetap menjadi yang utama di lapangan.
Dari sisi pemain, gelandang PSMS, Ikhsan Chan, menyatakan kesiapannya untuk tampil all-out jika dipercaya turun sejak menit awal. Ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata demi menjaga gengsi laga kandang.
"Para pemain sudah siap. Walaupun posisi PSIS ada di bawah kami, mereka tim kuat yang tidak boleh dianggap enteng. Saya berharap bisa bermain maksimal dan mencetak gol," tutur Ikhsan.
Laga Minggu malam diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim hanya terpaut satu poin. PSMS saat ini menghuni peringkat ketiga Grup A dengan 11 poin, ditempel ketat oleh PSIS di posisi keempat dengan 10 poin. Kemenangan menjadi harga mati bagi Ayam Kinantan untuk terus bersaing di papan atas.
Secara rekor head-to-head, PSIS unggul tipis dengan tiga kemenangan berbanding dua milik PSMS dalam lima pertemuan terakhir. Namun, seluruh catatan tersebut terjadi pada rentang 2017–2018 saat kedua tim bertarung di Liga 1 dan Liga 2, sehingga kondisi komposisi pemain saat ini sudah jauh berbeda.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
