Namun, gol ke-10 Siverio bersama PSMS tersebut sempat menunggu pengesahan setelah wasit Thoriq Alkatiri melakukan peninjauan dan berkomunikasi dengan tim asisten wasit video (video assistant referee/VAR) selama beberapa menit. Setelah proses pemeriksaan selesai, gol PSMS dinyatakan sah.
Keunggulan itu seharusnya menjadi modal bagi PSMS untuk mengamankan tiga poin. Akan tetapi, situasi pertandingan berubah ketika Semen Padang kehilangan Ikram Algiffari yang mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan. Karena pergantian pemain tidak lagi dapat dilakukan, tim berjuluk Kabau Sirah terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Alih-alih mempertahankan keunggulan, PSMS justru kecolongan. Pada menit ke-90+14, Ari Maring yang berada bebas di luar kotak penalti melepaskan sundulan spekulatif ke arah gawang. Bola meluncur masuk setelah gagal dihalau kiper PSMS, M. Natshir.
Gol tersebut membuyarkan harapan Ayam Kinantan membawa pulang kemenangan dalam derbi Sumatera. Skor 1-1 pun bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil tersebut. Ia menilai hilangnya konsentrasi pada menit-menit terakhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
“Kita sempat unggul, di menit akhir kita kebobolan. Sangat disayangkan, tapi inilah sepak bola,” kata Eko seusai pertandingan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
