MEDAN, iNewsMedan.id- Cara masyarakat bepergian kini semakin beragam. Sebagian orang ingin perjalanan yang sudah terencana, sementara lainnya membutuhkan pilihan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi.
Perubahan kebiasaan itu ikut mendorong hadirnya layanan mobilitas berbasis digital yang menawarkan lebih banyak pilihan dalam satu aplikasi.
Studi menunjukkan 84 persen konsumen Indonesia memilih personalized offers, dengan 65 persen di antaranya ingin menerima penawaran yang sesuai kebutuhan melalui aplikasi mobile.
Tren tersebut juga terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan digital untuk kebutuhan perjalanan. Saat ini, pemesanan melalui aplikasi MyBluebird telah menyumbang lebih dari 40 persen dari total pemesanan Bluebird melalui seluruh kanal.
Melalui kampanye “MyBluebird, My Way”, aplikasi tersebut dikembangkan bukan hanya sebagai sarana memesan taksi, tetapi juga sebagai akses untuk berbagai kebutuhan mobilitas dalam satu platform.
Dari Pesan Taksi hingga Atur Perjalanan
Perkembangan layanan transportasi digital mengikuti perubahan cara masyarakat bepergian. Selama lebih dari lima dekade, Bluebird Group memperluas layanan dari taksi ke berbagai kebutuhan mobilitas, termasuk rental dan pengiriman barang.
Transformasi digital perusahaan dimulai antara lain melalui Taxi Mobile Reservation pada 2011. Layanan tersebut memungkinkan pemesanan taksi melalui perangkat BlackBerry sebelum kemudian berkembang menjadi aplikasi MyBluebird.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan teknologi menjadi salah satu cara untuk mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat dalam bepergian.
“Teknologi memberi kami cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal kami. Dengan mendengarkan pelanggan, kami terus mengembangkan teknologi sebagai penghubung berbagai pilihan mobilitas,” kata Andre.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
