Bukan Akhir Segalanya, Ini Tuntunan Islam Saat Ditinggal Wafat Anggota Keluarga

Vitrianda Hilba Siregar
Kehilangan sosok terkasih, baik itu pasangan, anak, orang tua, anggota keluarga, maupun sahabat dekat, merupakan ujian berat yang tak pernah diinginkan oleh siapa pun. Foto: Dok

Janji Surga Bagi Hati yang Ihlas dan Ridha

Pentingnya menyikapi musibah dengan kesabaran juga ditegaskan oleh Allah SWT dalam sebuah Hadis Qudsi. Allah SWT berfirman:

"Tiada balasan yang akan Kuberikan kepada hamba-Ku yang beriman, yang nyawa kekasihnya di dunia Aku cabut, lalu dia menerimanya dengan hati ikhlas kecuali dengan balasan Surga." (HR. Muslim).

Ketika diterpa gelombang duka, seorang muslim dianjurkan untuk mengucapkan kalimat Istirja serta menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT. Keyakinan inilah yang menyelaraskan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali).

Melalui ayat tersebut, Allah SWT menerangkan bahwa hamba-hamba yang sabar akan senantiasa menghibur jiwanya dengan meyakini penuh bahwa seluruh keberadaan dirinya adalah milik sang Pencipta. Mereka meyakini bahwa Allah SWT berkuasa menetapkan ketetapan terbaik atas hamba-Nya dan tidak akan pernah menyia-nyiakan pahala kesabaran mereka sekecil apa pun kelak di hari kiamat.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network