Karena itu, keberadaan Program Studi Teknik Pertambangan USU diharapkan tidak berhenti pada penguatan kemampuan teknis mahasiswa. Kampus juga dapat menjadi ruang bertemunya kepentingan akademisi, masyarakat, pemerintah dan industri dalam membicarakan pengelolaan sumber daya mineral.
Dari sisi industri, Manajer External Relation PT Dairi Prima Mineral (DPM), David Liang Shuang, mengatakan dialog dengan lingkungan kampus diperlukan agar pembahasan mengenai pertambangan tidak hanya berlangsung dari satu sudut pandang.
Menurutnya, kunjungan ke kampus bukan sekadar memperkenalkan perusahaan, tetapi membuka kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi menyampaikan pandangan maupun pertanyaan mengenai arah industri pertambangan.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar agenda untuk memperkenalkan perusahaan. Ini adalah kesempatan untuk membuka ruang dialog, bertukar pengetahuan dan mendengarkan perspektif akademisi serta mahasiswa mengenai masa depan pertambangan di Indonesia,” ujarnya.
David mengatakan kegiatan pertambangan memiliki konsekuensi yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Ukuran keberhasilan perusahaan, menurut dia, tidak semata-mata dilihat dari jumlah produksi.
“Keberhasilan sebuah perusahaan tambang tidak hanya diukur dari produksi, tetapi juga bagaimana pertambangan dilakukan, bagaimana lingkungan dikelola, bagaimana keselamatan dijaga dan bagaimana keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, DPM turut menjelaskan metode tambang bawah tanah yang diterapkan dalam kegiatan operasionalnya. Perusahaan juga memaparkan penggunaan konsep backfilling serta sistem pengelolaan dan pemantauan lingkungan dan keselamatan kerja.
David menegaskan, penerapan pertambangan yang bertanggung jawab perlu dapat diuji melalui praktik dan data, bukan sebatas pernyataan.
“Komitmen harus dibuktikan melalui tindakan, data, proses yang terukur dan keterbukaan terhadap evaluasi. Karena itu, kami sangat menghargai kesempatan untuk berdialog dengan kalangan akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertanyaan dan pandangan kritis dari mahasiswa maupun akademisi dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan kegiatan pertambangan.
Kegiatan DPM Goes to Campus turut dihadiri Technical Manager DPM Widianto, Deputy External Relation Manager Baiq Idayani, Bagian HSE Lavran Manik dan Mine Engineer Betman Hutabarat.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
