Penghasilan Turun Saat Memasuki Masa Pensiun
Direktur Operasional PT TASPEN (Persero) Tribuna Phitra Djaja pdalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya menyiapkan keuangan sejak masih aktif bekerja.
Ia mengaku baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan setelah bertahun-tahun bekerja. Pada masa muda, kata dia, banyak orang cenderung lebih mudah menghabiskan penghasilan untuk kebutuhan dan keinginan saat ini tanpa memikirkan kondisi setelah tidak lagi bekerja.
“Saya dulu sekitar 10 tahun bekerja, sampai 20 tahun tidak pernah berpikir bagaimana caranya menabung. Ini sama kita ya, masih muda itu tidak pernah berpikir,” ujarnya.
Menurut Tribuna, persoalan tersebut menjadi penting karena pendapatan seseorang dapat berubah signifikan ketika memasuki masa pensiun.
Ia mencontohkan seorang pekerja yang selama aktif memperoleh penghasilan cukup besar, tetapi harus menghadapi penurunan pendapatan ketika memasuki masa purna tugas.
“Begitu pensiun, sudah tinggal gaji pokoknya saja. Ini memang harus kita manage pengelolaan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong para peserta, khususnya generasi muda, mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.
“Kalau gaji saya katakanlah gajinya UMR, katakanlah UMR-nya sekitar Rp5 juta lebih, itu mungkin bisa ditabung sebulan Rp1 juta, dipaksakan untuk memikirkan masa tuanya kita,” ujarnya.
Tribuna mengatakan, perencanaan keuangan perlu dilakukan jauh sebelum seseorang mendekati usia pensiun. Dengan begitu, kebutuhan masa depan tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan setelah berhenti bekerja.
Ia juga menjelaskan bahwa TASPEN saat ini mengelola program bagi ASN dan pejabat negara, termasuk Jaminan Hari Tua, pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian.
Dalam kegiatan tersebut, TASPEN dan USU juga menandatangani nota kesepahaman kemitraan strategis. Kegiatan merupakan bagian dari Bulan Dana Pensiun 2026 dengan tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”, yang dikemas melalui edukasi literasi finansial bagi generasi muda.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
