Menurut dia, peningkatan volume perjalanan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi, tetapi juga mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bisnis, perdagangan, pendidikan dan pariwisata.
"Pertumbuhan volume penumpang kereta api dapat menjadi salah satu indikator pendukung meningkatnya mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di Sumatera Utara. Setiap perjalanan turut menciptakan efek pengganda bagi perekonomian daerah, karena pergerakan pelanggan juga mendorong kebutuhan terhadap transportasi lanjutan, konsumsi makanan, akomodasi, pariwisata, serta berbagai transaksi ekonomi lainnya," katanya.
Khusus Agustus, peningkatan jumlah penumpang salah satunya dipengaruhi pengoperasian KA Sribilah Fakultatif selama periode libur panjang. KAI juga memberikan diskon tiket 17 persen dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Anwar mengatakan peningkatan penumpang menunjukkan mobilitas masyarakat menuju pusat ekonomi, perdagangan dan layanan publik di Sumut semakin tinggi.
"Pertumbuhan volume penumpang kereta api yang sejalan dengan pergerakan ekonomi daerah menunjukkan semakin tingginya interaksi masyarakat dengan pusat-pusat ekonomi, perdagangan, dan layanan publik di Sumatera Utara," ujarnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
