“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Sinabung,” ungkapnya.
Status Gunung Sinabung kemudian dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai Senin pukul 12.30 WIB. Kata Lana, peningkatan aktivitas Gunung Sinabung telah terdeteksi sebelum erupsi. Badan Geologi mencatat, sebelum erupsi pukul 10.17 WIB, terjadi rentetan aktivitas kegempaan yang terdiri dari 85 gempa vulkanik, satu gempa hembusan dan satu tremor harmonik.
Mereka mencatat sepanjang 1-30 Agustus 2026, aktivitas kegempaan Gunung Sinabung juga tercatat cukup beragam, antara lain 141 gempa vulkanik dalam, 29 gempa low frequency, 14 gempa hembusan, delapan gempa hybrid atau fase banyak, dua gempa tornillo dan satu gempa vulkanik dangkal. Selain itu, tercatat 26 gempa tektonik lokal, 93 gempa tektonik jauh, satu gempa guguran, satu gempa terasa dan satu gempa getaran banjir.
Dari pengamatan visual, Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian sekitar 50 sampai 1.000 meter dari puncak.
"Petugas juga mengamati vegetasi di lereng bagian timur yang menguning dan mengering," ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
