BGN Tak Mau Lagi Ada Kasus Keracunan
Sudaryono mengakui kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG secara umum telah menurun. Namun, ia menegaskan penurunan angka tersebut belum cukup.
Target BGN, kata dia, tidak boleh ada lagi penerima MBG yang mengalami keracunan.
"Memang betul keracunannya menurun dibandingkan sebelumnya, tapi saya bukan butuh penurunan. Saya butuh nol. Saya nggak butuh penurunan, saya butuhnya nol keracunan," tegasnya.
Ia mengatakan berbagai langkah pencegahan telah diterapkan, termasuk pelabelan dan penguatan sejumlah prosedur. Namun, seluruh aturan tersebut harus benar-benar dijalankan oleh petugas di lapangan.
Kasus keracunan MBG di Karo terjadi pada Kamis (13/8/2026) dan berdampak pada ratusan pelajar. Salah seorang korban hingga Minggu masih menjalani perawatan intensif di RSU Haji Medan.
Sudaryono mengatakan kondisi korban tersebut mulai membaik setelah memasuki hari ketiga perawatan. Tim medis memberikan antibiotik dan obat antinyeri serta mengistirahatkan sistem pencernaan pasien untuk membantu proses pemulihan.
"Menurut laporan tadi sudah membaik," katanya.
Ia berharap kondisi korban terus membaik sehingga dapat segera keluar dari ICU dan dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
Sudaryono juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Karo dalam menangani para korban, termasuk pembiayaan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
"Manakala nanti ada yang tidak dicover atau tidak bisa masuk, tolong kasih tahu saya. Saya butuh semua yang sakit ini untuk segera sehat," ujarnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
