Sebelumnya, anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Fajri Akbar, menyatakan bahwa pihaknya siap membawa kasus pencurian di asrama tersebut ke jalur hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dari pihak sekolah dalam melindungi atau membiarkan peristiwa itu terjadi.
Langkah hukum serupa juga akan ditempuh jika ada pihak yang sengaja menciptakan kondisi yang memicu terjadinya pencurian di lingkungan asrama.
Polemik ini berawal dari keluhan beruntun yang disampaikan oleh para orang tua taruna melalui kolom komentar di media sosial resmi sekolah.
Para orang tua mengeluhkan minimnya jaminan keamanan atas barang pribadi anak-anak mereka yang disimpan di asrama.
"Keluhan tersebut mencuat karena kasus kehilangan barang dikabarkan sudah terjadi berulang kali," ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
